coba - coba konfigurasi conky di crunchbang

Wah malam ini lagi asik - asiknya ngeblog kali ini mau tulis apa ya??? *binggung wkwkw
owh iya kemarin saya Ganti ganti Distro, sempat lama cari distro yang pas untuk laptop kesayangan, sebelumnya pakai BT, Pilih BT karena asik membangun sendiri maksudnya, kan BT blom punya player musik ataupun video dan GDM buat login, jadi harus install ini itu biar tampilan dan fungsinya sama seperti Ubuntu. :D karena sering di kecewakan oleh BT makanya pindah distro lagi. sebenarnya bisa dualboot tapi saya pernah baca/dengar klo dualboot, kita sebagai pengguna jadi tidak fokus untuk mempelajari suatu distro.

beberapa hari lalu juga install ArchLinux di laptop dengan DE openbox. pertama kalinya liat openbox dari googling dan liat beberapa teman ada yang pakai jadi tidak terlalu kaget. ArchLinux menurut saya adalah distro yang sangat bagus bagi yang ingin belajar linux lebih dalam... kenapa??? karena kita sebagai user harus menginstall mulai dari DE dan beberapa aplikasi pendukung DE, Network Manager, ah pokoknya banyakkkkk sampai saya pusing.... kemarin sewaktu pakai ArchLinux tidak bisa membaca flashdisk kurang tw karena apa??? klo ada yang tahu tolong beritahu :D padahal dah putar putar di wiki punya arch.

2 atau 3 hari pusing dibuat arch gara gara tidak bisa membaca flashdisk, maka saya berniat mengganti Arch dengan Distro yang sudah inkclude secara default Openbox sebagai DEnya. saya dapat Archbang dan Crunchbang. saya langsung pilih Crunchbang alasannya distro ini merupakan turunan dari Debian, dan saya sudah terbiasa dengan debian.sampai sekarang betah dengan Crunchbang, mungkin gara gara Openbox yang bikin betah berlama - lama di depan laptop. wkwkkw ternyata curhatanku banyak juga :D

tadi sebelum login ke blogger sempat utak atik conky di Crunchbang, itupun gara - gara melihat beberapa postingan di forum Crunchbang. hasilnya seperti gambar dibawah.


ini script conkynya:


copy script diatas kemuadian paste pada file .conkyrc yang terletak pada folder /home/user.
agar script diatas sesuai gambar maka install font ampersandopenlogo, dan stylebats.

sekian dulu soalnya saya kelaparan. mudah mudahan masih ada makanan di dapur...
salam opensource.... *sambil lari lari kedapur....

Komentar

Jiwa Rusia mengatakan…
Sepertinya saya juga mengalami hal yang sama. Saya terlalu biasa dimanjakan linux turunan Debian. Dan sekarang ingin beralih ke Linux yang menggunakan openbox, sampai akhirnya kenalan dengan Archbang dan Crunchbang.
Dua-duanya saya bisa pasang installasinya di FD kok. Mungkin kalau nggak bisa pakai unetbootin, coba pakai Linux Installer yang biasa diisntall di Windows.

Satu perkara, banyak yang bilang Archbang lebih unggul karena memakai rolling release. Ditambah lagi ada rumor katanya Debian dan Ubuntu pun bakal beralih ke rolling release. Hal ini membuat saya ragu untuk beralih ke salah satu. Kalau install dua-duanya (dual booting), seperti yang bung katakan, jadi nggak fokus, hahaha.

Di sisi lain, saya juga ingin mencoba Linux selain turunan deb atau rpm. Tapi khawatir kalau misalnya terlalu sulit dan memakan waktu lama, malah bikin nggak produktif. Sampai sekarang belum menentukan mau install yang mana. Baru cuma iseng pakai live-CD.
Papa Shazia mengatakan…
ya distro linux dengan DE Openbox memang tidak terlalu memakan Resource.

sy pribadi sudah menggunakan Linux RPM Base pada PC, yaitu fedora...
setelah hampir 1 bulan pakai fedora saya merasa betah, hanya butuh beberapa penyesuaian kecil saja... :)

sekedar saran saja pak... jika inggin mencoba distro linux berbasis RPM pilih distro distro besar seperti Fedora dan Opensuse, atau bisa pakai distro lokol berbasis RPM seperti IGN... :D

Postingan populer dari blog ini

Bermain Clash on Clans pada Ubuntu

Penuh rasa dibulan Juni