Dikejar Deadline

Assalamualaikum Wr. Wb, Akhirnya bisa nulis juga, eh sampai lupa ucapkan Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan batin ya... kan masih dalam suasana lebaran :D. Dikejar Deadline (sahh... so inggris), ya beberapa hari kemarin sempat stress gara-gara Ikut Projek Pembuatan Kabaret dalam rangka mengisi acara halal bi halal yang di adakan kawan-kawan Risma Baiturrahman. bagaimana tidak stress saya pribadi tidak tahu apa itu kabaret, saya tidak tahu proses pembuatan kabaret, dan pakai software apa untuk membuatnya dan yang paling membuat saya sempat down adalah waktu yang sempit untuk mempelajari semuanya.

Browsing sana browsing sini akhirnya dapat juga software buat mengedit audio. nama softwarenya Audacity, mengapa harus audacity? audacity salah satu software Open Source yang dapat berjalan pada Windows, Linux dan Mac (multiplatform lah :D). berhubung OS yang saya pakai adalah Ubuntu yang merupakan Distro dari keluarga Linux makanya pilihan jatuh pada Audacity. Sebelumnya audacity ini sering saya pakai untuk membuat ringtone buat Ponsel Pribadi saya.

Software dah dapat, sekarang binggungnya bagaimana cara agar mengisi suara para pemain Kabaret kedalam Audacity. sempat ketemu cara dengan; suara para pemain direkam langsung pakai audacity pakai Mic yang dicolokkan pada jack Mic di laptop, tapi suara fan pada laptop cukup menganggu, alhasil suara yang di hasilkan tidak maksimal (banyak noise dank...). Dua hari putar otak sampai minta bantuan ke sobat saya Pipin, yang memang sering bermain dengan editing audio. Rencana awal proyek kabaret ini dikerjakan bersama dengan Pipin tapi, karena memang pada waktu itu sudah mendekati Idul Fitri dan pipin sekeluarga merayakan lebaran di kampung halaman ibunnya, jadi proyek ini saya kerja sendirian. sempat hampir frustasi dengan noise yang terus ada padah hasil rekaman dengan menggunakan cara yang sama. Cara alternatif pun di dapat, yaitu dengan merekam suara para pemain menggunakan Ponsel :D.

Setelah beberapa hari dibuat pusing dengan cara pengambilan suara para pemain. tiba saatnya mengambil satu persatu suara tersebut (Cie cie). hari pertama pengambilan suara mulus hingga adegan 1 selesai, owh iya lupa penulis cerita kabaret ini ialah deddy. saya sering panggil dengan panggilan Om deddy :D. pengambilan suara untuk adegan berikutnya tidak semulus adegan 1 dikarenakan memang pada saat itu sudah dekat dengan hari raya Idul Fitri, H-1 klo tidak salah. Ujung-ujungnya suara saya pun di masukan dalam beberapa adegan pada kabaret tersebut :D. Proyek kabaret itu pun selesai pada h-2 sebelum acara halal bi halal. efeknya para pemain hanya punya waktu 1 malam untuk latihan. dua hari sebelum acara saya dan beberapa teman lainya pun masih berjibaku untuk membuat beberapa slide foto untuk di tampilkan di layar. tidak sampai situ... ternyata letak antara sound system dengan tempat saya agak berjauhan, sementara kabaret mengandalkan laptop saya untuk soundnya begitu juga dengan tampilan puisi. saya tidak bisa berdekatan dengan sound system karena saya juga harus duduk bersama proyektor untuk menampikan slide. jadi laptop kesayangan harus berjauhan dengan tempat duduk saya. untuk mengatasi masalah tersebut saya harus me-remote laptop saya via SSH agar tampilan slide dan sound kabaret dapat berjalan bersama sama.

Meskipun di guyur hujan semalaman acara tetap terlaksana dan para undangan pun penuh mengisi kursi yang telah disediakan oleh teman-teman panitia. acara halal bi halal ini pun menurut saya sukses 100%. Alhamdulillah ya... (Applause buat para teman teman Risma Baiturrahman) :D

Menyesal terlibat dalam acara ini??? tidak kok karena dari proyek itu; saya lebih paham cara kerja Audacity, saya sudah sedikit lebih tahu apa itu kabaret :D, dan lebih penting ialah saya pribadi dapat belajar bagaimana me-manage waktu. satu lagi, terima kasih ya.. buat sahabatku yang selalu suport. apa perlu disebutkan namanya??? ah kayaknya tidak perlu ^_^ sekian dulu ah... mata dah lowbet... mari tidur...

Komentar

Budiman Arif mengatakan…
Maaf lahir bathin kakak eee..
Bakalan ada yg jago editing kayaknya nih setelah pengalaman ini. hehehe

Audacity pernah pake, tapi udah terlanjur nyaman pake audition jadi editing video pake itu terus sekarang. :)
Anonim mengatakan…
gooooooooood
Papa Shazia mengatakan…
iya kak sama sama... mohon maap lahir batin :)

audacity hanya sekedar audio editing sederhana tapi powerfull :D
klo editing video kayaknya saya harus belajar sama kakak :D
Papa Shazia mengatakan…
Rizkianita... hahahha thanks yaa.. :)

Postingan populer dari blog ini

Bermain Clash on Clans pada Ubuntu

Penuh rasa dibulan Juni